Follow kami di social media dan dapatkan 10% diskon

Menangis Tapi Tetap Ridha: Pelajaran dari Hadits Rasulullah ﷺ tentang Kesedihan

← Back to Articles

📅 Published Date

Thursday, November 6, 2025 at 6:32 PM

Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan duka dan kehilangan. Terkadang, air mata jatuh tanpa bisa ditahan, dan hati terasa begitu berat menanggung kesedihan. Namun, Islam hadir memberikan tuntunan agar setiap rasa yang kita alami tetap dalam batas keridhaan kepada Allah Swt. Sebuah hadits Rasulullah ﷺ yang agung mengajarkan kita akan makna sejati menerima ujian:


“Sesungguhnya mata ini berlinang, hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan kecuali apa yang diridhai oleh Allah.” (HR. al-Bukhari, no. 1303)

Hadits mulia ini diriwayatkan ketika putra tercinta Rasulullah ﷺ, Ibrahim, meninggal dunia di usia masih sangat belia. Tangis pun merembes di pipi Nabi, menandakan betapa manusiawinya rasa sedih itu; bahkan seorang utusan Allah pun tak luput dari perasaan kehilangan. Namun beliau ﷺ tetap menjaga lisan dan hatinya untuk tidak mengucapkan atau melakukan sesuatu kecuali yang Allah ridhoi.


Makna Hadits: Kesedihan adalah Fitrah, Kesabaran adalah Pilihan


Melalui hadits ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa menangis dan bersedih atas musibah merupakan hal yang sangat manusiawi dan diperbolehkan dalam Islam selama tidak melampaui batas syariat—seperti berteriak histeris atau menyalahkan takdir Allah. Kesabaran yang diajarkan Nabi bukan berarti mematikan rasa sedih sepenuhnya, melainkan bagaimana kita mampu menjaga sikap dan lisan agar tetap berada dalam rukun iman kepada qada' dan qadar-Nya.


Keridhaan terhadap ketetapan Allah menjadi kunci utama menghadapi duka hidup: menerima dengan lapang dada bahwa setiap ketetapan-Nya pasti ada hikmah meski belum tampak di depan mata.


Pelajaran Kehidupan: Memetik Hikmah di Balik Ujian


Bayangkan seorang ibu yang kehilangan anak semata wayangnya akibat penyakit mematikan. Air matanya tak henti mengalir setiap kali mengenang tawa buah hatinya. Namun ia memilih untuk tetap melaksanakan salat dengan khusyuk dan berdzikir, meski hatinya remuk redam. Ia hanya berdoa lirih memohon kekuatan pada Allah sembari menjaga lisannya dari keluh-kesah berlebihan atau kata-kata penyesalan atas takdir.

Lambat-laun beban itu perlahan menjadi ringan karena ia yakin bahwa ada hikmah besar dari musibah tersebut—entah terhapusnya dosa-dosa masa lalu atau dikaruniakan ketabahan luar biasa untuk menjalani hari-harinya.


Kisah serupa sering terjadi di sekitar kita; seseorang kehilangan pekerjaan tiba-tiba hingga merasa dunia seolah runtuh seketika. Tapi saat ia memilih bertawakal sambil terus berikhtiar–tanpa merutuki keadaan–pintu-pintu rezeki justru terbuka dari arah tak terduga.

Itulah buah kesabaran sejati: bukan hanya mampu menahan diri saat diterpa cobaan tetapi juga mampu melihat cahaya harapan dari balik gelapnya ujian hidup.


Pesan Moral: Jadikan Ujian Sebagai Jalan Mendekat pada Allah


Sobat muslimku yang dimuliakan Allah,


Tidak ada kehidupan tanpa ujian – karena itulah fitrah manusia sebagai hamba-Nya di dunia fana ini. Jika air matamu tumpah karena cobaan berat; biarkanlah itu menjadi sumber kekuatan spiritualmu untuk lebih sabar dan ikhlas.


Hadits Rasulullah ﷺ di atas memberi pelajaran mendalam bahwa menangis ataupun sedih bukanlah tanda kelemahan iman asalkan sikap hati dan ucapan kita tetap berada dalam ridha Allah Swt.– “Kami tidak mengatakan kecuali apa yang diridhai oleh Allah.”

Yakinlah bahwa setiap luka pasti ada obatnya; setiap tangisan akan diganti dengan kebahagiaan jika kamu mampu bersabar serta senantiasa menjaga hubungan baik dengan Penciptamu.


Ujian adalah tanda cinta-Nya; kesempatan agar derajatmu dinaikkan oleh Rabbul Izzati melalui kerelaanmu menerima segala keputusan terbaik dari-Nya.

Mari jadikan kisah Nabi sebagai inspirasi! Jadilah pribadi tangguh – lembut hatinya namun tegar jiwanya – dewasa menyikapi kehilangan sekaligus sabar menjalaninya.


Sampaikan segala kepedihan kepada Sang Maha Penyayang melalui doa-doa panjangmu… InsyaaAllah kelak Dia ganti kesedihanmu dengan kebahagiaan tiada tara baik di dunia maupun akhirat nanti.

Images Gallery

Menangis Tapi Tetap Ridha: Pelajaran dari Hadits Rasulullah ﷺ tentang Kesedihan
WhatsApp